Senin, 14 Desember 2015

GELAR DALAM KAJIAN




Gelar akademik atau gelar akademis adalah gelar yang diberikan kepada lulusan pendidikan akademik bidang studi tertentu dari suatu perguruan tinggi. Gelar akademik kadangkala disebut dengan istilahnya dalam bahasa Belanda yaitu titel (dari bahasa Latin titulus). Gelar akademik terdiri dari sarjana (bachelor), magister (master), dan doktor (doctor).
Sarjana (S1)
Sebelum tahun 1993, gelar sarjana yang ada di Indonesia antara lain Doktorandus (Drs.), Doktoranda (Dra.), dan Insinyur (Ir.).

Doktorandus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Doktorandus (di Belanda dan masa Hindia Belanda doctorandus) atau disingkat Drs. merupakan gelar yang diberikan oleh universitas. Kata "Doktorandus" merupakan kata pungutan dari bahasa Belanda yang memungutnya dari bahasa Latin yang berarti "Ia yang akan dijadikan ilmuwan (doktor)". Karena itu di Belanda gelar ini diberikan kepada orang yang sudah menyelesaikan program Master (S-2), dan hampir mencapai gelar doktor, yaitu gelar tertinggi dalam bidang akademis. Si pemilik gelar hanya tinggal menulis disertasi untuk mencapai gelar doktornya. Sampai dengan tahun 1960-an di dalam ijazah Doktorandus yang dikeluarkan ITB untuk ilmu sains (matematika, fisika, kimia, biologi, farmasi, astronomi, geofisika meteorologi) dan seni rupa tercantum kalimat "pemegang ijazah ini berhak mencapai gelar doktor dengan membuat dan mempertahankan thesis".[1]:155
Dengan meningkatnya kebutuhan akan sarjana pada periode tahun 1950-1960-an, di sisi lain produktivitas universitas dan perguruan tinggi Indonesia saat itu masih rendah, maka diambil kebijakan memperpendek masa studi sarjana dari 5-5,5 tahun menjadi 4-4,5 tahun. Faktor lainnya adalah semakin banyak sarjana Indonesia yang meneruskan pendidikannya di AS/Inggris tetap harus melalui program "M.Sc" sebelum dapat mengambil gelar doktornya, karena pola pendidikan Amerika Serikat dan Inggris menganut penjenjangan B.Sc (3-4 tahun) - M.Sc (2 tahun) - Ph.D. (3-4 tahun), sementara pola pendidikan di Belanda/Belgia/Jerman menganut penjenjangan Drs/Ir/Dipl.Ing (5-5,5 tahun) - Dr/Dr.Ing. (3-4 tahun).
Dalam ijazah yang dikeluarkan ITB setelah tahun 1970-an sebenarnya tidak lagi tercantum gelar "Doktorandus" atau "Insinyur" melainkan "Sarjana", namun karena Doktorandus/Insinyur terlanjur memasyarakat, nomenklatur itu masih tetap digunakan hingga tahun 1990-an walaupun dengan masa studi dan level yang tidak lagi sama dengan era sebelum 1960-an.
Gelar doktorandus ini sampai tahun 1990 diberikan bagi lulusan program S-1 dalam Ilmu Sosial, matematika dan ilmu pengetahuan alam, seni, pedagogik/kependidikan. Untuk wanita dibuat pembedaan dengan pemberian gelar Dra.. Saat ini Belanda sendiri sudah menyesuaikan sistem penjenjangan pendidikan sebagaimana sistem B.Sc - M.Sc - Ph.D.

Doktoranda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Doktoranda (di Belanda dan masa Hindia-Belanda doctoranda) atau disingkat Dra. merupakan gelar yang diberikan oleh universitas. Kata "Doktoranda" merupakan kata pungutan dari bahasa Belanda yang memungutnya dari bahasa Latin yang berati "Ia yang akan dijadikan ilmuwan (doktor)". Karena itu di Belanda gelar ini diberikan kepada orang yang sudah menyelesaikan program Master (S-2), dan hampir mencapai gelar doktor, yaitu gelar tertinggi dalam bidang akademis. Si pemilik gelar hanya tinggal menulis disertasi untuk mencapai gelar doktornya.
Namun di Indonesia gelar doktoranda ini mengalami degradasi dan sampai tahun 1990 gelar ini diberikan bagi lulusan program S-1 dalam Ilmu Sosial. Untuk pria dibuat pembedaan dengan pemberian gelar Drs., sementara di Belanda pembedaan ini tidak dibuat lagi.

Insinyur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Insinyur adalah orang yang bekerja dalam bidang teknik, dengan kata lain orang-orang yang menggunakan pengetahuan ilmiah untuk menyelesaikan masalah praktis menggunakan teknologi.
Di Indonesia, dahulu istilah ini digunakan sebagai gelar seorang sarjana keteknikan (tidak tertutup pada bidang pertanian, dll). Namun setelah muncul gelar ST (Sarjana Teknik), istilah ini digunakan untuk sarjana keteknikan, yang singkatnya telah tergabung dalam PII (Persatuan Insinyur Indonesia).
Magister (S2)
Description: !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Magister
Gelar magister yang ada di Indonesia antara lain
  • Master of Arts (MA)
  • Master of Computer Science (M.Cs.)
  • Master of Public Health (M.P.H.)
  • Magister Agama (M.Ag.)
  • Magister Kehutanan (M.Hut.)
  • Magister Manajemen (M.M.)
  • Magister Sains (M.Si.)
  • Magister Ilmu Komputer (M.Kom.)
  • Magister Teknologi Informasi (M.TI.)
  • Magister Manajemen Sistem Informasi (MMSI.)
  • Magister Pendidikan (M.Pd.)
  • Magister Akuntansi (M.Ak.)
  • Magister Administrasi Rumah Sakit (M.A.R.S.)
  • Magister Seni (M.Sn)
  • Magister Farmasi (M.Farm.)
  • Magister Psikologi (M.Psi.)
  • Magister Kenotariatan (M.Kn.)
  • Magister Manajemen Pendidikan (M.MPd.)
  • Magister Teknik (M.T.)
  • Magister Humaniora (M.Hum.)
  • Magister Statistik (M.Stat.)
  • Magister Hukum (M.H.)
  • Magister Administrasi Bisnis (M.AB)
  • Magister Administrasi Publik (M.AP)
Magister merupakan jenjang pendidikan Strata-2 atau biasa disingkat S2.Gelar magister ditulis di belakang nama lulusan program studi Magister, dengan mencantumkan huruf “M.” dan diikuti dengan inisial gelar.[3]
Doktor (S3)
Doktor adalah gelar akademik tertinggi yang dapat diberikan kepada seseorang yang menempuh pendidikan yang diperoleh dari perguruan tinggi. Doktor merupakan jenjang pendidikan Strata-3 atau biasa disingkat S3. Seseorang umumnya harus menempuh perkuliahan (kelas) dan diakhir melakukan penelitian untuk menyusun disertasi. Gelar Doktor ditulis di belakang nama lulusan program studi Doktor, dengan mencantumkan huruf “Dr.” dan dapat diikuti dengan inisial gelar.[4]
Contoh: Doktor Hukum (Dr. H.)
Gelar Akademik Baru
Berdasarkan surat edaran Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (sekarang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) mulai tanggal 26 agustus 2010[5], ditetapkan nomenklatur baru serta kompetensi lulusan untuk empat bidang ilmu, yakni: psikologi, ilmu komunikasi, ilmu komputer,ilmu administrasi dan arsitektur lanskap. Daftar gelar untuk lulusan keempat bidang ilmu tersebut adalah sebagai berikut:
  • Sarjana
  • Magister
    • Psikologi (M.Psi.)
    • Psikologi Profesi (M.Psi.P)
    • Psikologi terapan (M.Psi.T.)
Bidang Ilmu Komputer
Lulusan perguruan tinggi pada bidang ilmu komputer memiliki beragam gelar akademik, tergantung jenis perguruan tinggi dan nama fakultas yang menyelenggarakan jurusan/program studi.
  • Sarjana
  1. S.T, untuk lulusan universitas yang menyelenggarakan pendidikan bidang ilmu komputer pada Fakultas Teknik.
  2. S.Si, untuk lulusan universitas yang menyelenggarakan pendidikan bidang ilmu komputer pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam atau Fakultas Sains dan matematika
  3. S.Kom, untuk universitas universitas yang menyelenggarakan pendidikan bidang ilmu komputer pada Fakultas Teknologi Informasi, atau untuk Sekolah Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan bidang ilmu komputer.
  4. S.E, untuk universitas universitas yang menyelenggarakan pendidikan bidang ilmu komputer pada Fakultas Ekonomi (biasanya program studi Sistem Informasi).
  • Magister
  1. M.T, untuk lulusan universitas yang menyelenggarakan pendidikan bidang ilmu komputer pada Fakultas Teknik.
  2. M.Si, untuk lulusan universitas yang menyelenggarakan pendidikan bidang ilmu komputer pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam atau Fakultas Sains dan matematika
  3. M.Kom, untuk universitas universitas yang menyelenggarakan pendidikan bidang ilmu komputer pada Fakultas Ilmu Komputer, atau untuk Sekolah Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan bidang ilmu komputer.
  4. M.E, untuk universitas universitas yang menyelenggarakan pendidikan bidang ilmu komputer pada Fakultas Ekonomi (biasanya program studi Sistem Informasi).

Pendidikan

Hampir semua program pendidikan insinyur (engineering) berkonsentrasi pada disiplin teknik spesifik beserta pelajaran matematika dan sains. Beberapa program juga menyertakan ilmu ekonomi, ilmu sosial kemanusiaan, dan lain-lain. Pendidikan insinyur mempelajari teori-teori dasar dan lanjut dari disiplin teknik yang dipelajari, disertai dengan praktek di laboratorium dan dunia kerja nyata.

Insinyur di masyarakat

Seorang insinyur dapat bekerja dalam hal desain dan pengembangan, pengujian, proses produksi, atau perawatan. Insinyur yang bekerja di pabrik, memiliki peran mengawasi proses produksi, menentukan penyebab kerusakan alat, dan menguji produk untuk menjaga kualitas. Selain itu, seorang insinyur juga memperkirakan waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek. Dalam bidang penjualan, seseorang dengan latar belakang insinyur bertugas membantu perencanaan, instalasi, dan penggunaan produk.
Dalam pekerjaannya, insinyur menggunakan komputer secara ekstensif. Komputer digunakan untuk merancang dan menganalisa desain, simulasi dan pengujian kerja mesin, struktur, atau sistem. Insinyur juga menggunakan komputer untuk memantau kualitas produk dan menjaga efisiensi proses.
Setelah tahun 1993,penggunaan baku gelar sarjana yang ada di Indonesia antara lain :
  • Sarjana Kedokteran (S.Ked)
  • Sarjana Ilmu Gizi (S.Gz)
  • Sarjana Peternakan (S.Pt)
  • Sarjana Ilmu Politik (S.IP)
  • Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.IP)
  • Sarjana Ilmu Perpustakaan (S.IP)
  • Sarjana Ekonomi Islam (S. E. I.),
  • Sarjana Ekonomi (S.E.),
  • Sarjana Komputer (S.Kom.),
  • Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.K.M.),
  • Sarjana Keperawatan (S.Kep.),
  • Sarjana Hukum (S.H.),
  • Sarjana Hukum Islam (S. H. I.),
  • Sarjana Administrasi Bisnis / Administrasi Niaga (S.AB.),
  • Sarjana Pertanian (S.P.), berubah menjadi Sarjana Agroteknologi (S. Agr),
  • Sarjana Teknik (S.T.),
  • Sarjana Teknologi Pertanian (S.T.P.),
  • Sarjana Agama (S.Ag.), saat ini berubah menjadi Sarjana Pendidikan (S.Pd),
  • Sarjana Pendidikan (S.Pd.),
  • Sarjana Ilmu Kepolisian (S.IK.),
  • Sarjana Psikologi (S.Psi.),
  • Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.),
  • Sarjana Sosial (S.Sos.),
  • Sarjana Kehutanan (S.Hut.),
  • Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I.),
  • Sarjana Syari'ah (S.Sy.),
  • Sarjana Sains (Teologi) (S.Si. (Teol.)),
  • Sarjana Teologi Islam (S.Th.I.),
  • Sarjana Teologi Kristen (S.Th.),
  • Sarjana Sains (S.Si.),
  • Sarjana Sastra (S.S),
  • Sarjana Sains Terapan Pemerintahan (S.STP),
  • Sarjana Farmasi (S.Farm.),
  • Sarjana Seni (S. Sn), dan
  • Sarjana Administrasi Publik / Administrasi Negara (S.AP)
  • Sarjana Manajemen Bisnis (S.Mb)
Sarjana merupakan jenjang pendidikan Strata-1 atau biasa disingkat S1 dan lulusan program pendidikan vokasi S1 Terapan/Diploma 4 (D IV). Beban studi untuk meraih gelar Sarjana umumnya adalah 144 SKS (satuan kredit semester) dan secara normatif ditempuh selama 4 tahun.Gelar Sarjana ditulis di belakang nama lulusan program studi Sarjana dengan mencamtumkan huruf “S.” dan diikuti dengan inisial gelar.[1] sedangkan Gelar Sarjana Terapan ditulis di belakang nama lulusan program studi Diploma IV dengan mencamtumkan huruf “S.Tr.” dan diikuti dengan inisial gelar.[2][butuh rujukan]
  • Diploma
  • Sarjana
    • Sarjana Arsitektur Lanskap (S.SArl.)
  • Magister
    • Magister Arsitektur Lanskap (M.SArl.)
    • Magister Arsitektur Lanskap Terapan (M.Arl.)
Bidang Administrasi
  • Sarjana
    • Sarjana Administrasi Bisnis (S.AB)
    • Sarja.AP)
    • Sarjana Administrasi Rumah Sakit (S.A.R.S)
  • Magister
    • Magister Administrasi Bisnis (M.AB)
    • Magister Administrasi Publik (M.AP)
    • Magister Administrasi Rumah Sakit (M.A.R.S)
Sementara untuk jenjang S3 (Doktoral) pada keempat bidang ilmu tersebut tetap menggunakan gelar Doktor (Dr.)

Kategori:Gelar bangsawan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kategori ini bekerja pada definisi luas dari kebangsawanan, termasuk wangsa yang memerintah dari monarki yang sesungguhnya, gelar bangsawan atau yang setara dan aristokrat rendah atau bangsawan.
Harap diperhatikan bahwa halaman ini tidak mungkin pernah didaftarkan untuk seluruh gelar 'bangsawan' yang dibicarakan di Wikipedia, karena beberapa gelar berasal/berhubungan (terutama untuk para keturunan, seperti yang dibicarakan di dalam Pangeran) dan terjemahan (beberapa mungkin ditemukan lewat kategori setara di dalam Wikipedia bahasa lain) yang hanya dibicarakan di dalam (sub)kategori, bukan di halaman mereka sendiri.

Kategori:Gelar bangsawan Jawa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kategori ini berisi gelar-gelar kebangsawanan dari kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa.

Halaman dalam kategori "Gelar bangsawan Jawa"

Kategori ini memiliki 25 halaman, dari total 25.

 Gelar kebangsawanan Jawa

A

B

G

H

K

M

P

R

S

T


GELAR DALAM KAJIAN

Gelar akademik atau gelar akademis adalah gelar yang diberikan kepada lulusan pendidikan akademik bidang studi tertentu dari suatu...